Kamis, 01 Oktober 2015

Gerakan Anti Komunisme





gerakan anti komunisme
    
Abstract
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas makul pendidikan kewargaanegaraan rombel 13 Universitas Negeri Semarang dosen pengampu Giri Harto Wiratomo. Dan juga dalam rangka memeringati tragedi G30SPKI
user
Hera mardianti

 




A. Apa itu komunisme?
Gerakan anti komunisme adalah pengaplikasian atau kerja nyata penolakan terhadap komunisme, namun sebelum membahas lebih lanjut tentang gerakan anti komunisme, alangkah lebih baik kita mencoba mencari tau apa itu komunis, komunisme, serta anti-komunisme. 

1. Komunisme dan komunis
Menurut kamus besar bahasa indonesia, komunisme adalah paham atau ideologi (di bidang politik) yang menganut ajaran Karl marx dan Fredrich angel, yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik yang dikontrol negara. Sedangkan komunis adalah penganut paham  komunisme (orang-orang yang menganut komunisme)
Seperti yang disebutkan diatas, paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.

2. Komunisme dan komunis internasional
Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. Sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
            Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos. Komunis internasional adalah teori yang disebutkan oleh Karl Marx.

3. Indonesia dan komunisme
            Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka.

Sejarah Komunisme Di Indonesia

Kelahiran Komunisme di Indonesia tak bisa dilepaskan dari hadirnya orang-orang buangan politik dari Belanda dan mahasiswa-mahasiswa lulusannya yang berpandangan kiri. Beberapa di antaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka yang masuk setelah Sarekat Islam (SI) Semarang sudah terbentuk.
Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumi juga banyak yang bergabung. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang.
Komunisme kemudian juga aktif di Semarang, atau sering disebut dengan "Kota Merah" setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhaluan kiri ke dalam Sarekat Islam menjadikan komunis sebagai bagian cabangnya, yang nantinya disebut sebagai "SI Merah". ISDV sendiri sering menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa.
Konflik antara SI Semarang (SI Merah) dengan SI pusat di Yogyakarta (SI Putih) mendorong diselenggarakannya kongres. Atas usulan Haji Agus Salim, yang disahkan oleh pusat SI, baik SI Merah maupun SI Putih menyepakati bahwa personel SI Merah keluar dari SI. Mantan personel SI Merah kemudian bersama ISDV berganti nama menjadi PKI.
Kehancuran PKI fase awal bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia-Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena Komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikan, namun para tokoh PKI lainnya tidak menggubris usulan tersebut, kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kekalahan PKI. Para tokoh PKI menyalahkan Tan Malaka atas kegagalan tersebut, karena telah mencoba menghentikan pemberontakan dan memengaruhi cabang-cabang PKI.
Gerakan PKI bangkit kembali pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia, diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Soviet ke Negara Republik (Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta) hingga pasca Perang Kemerdekaan Indonesia  PKI menyusun kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, di mana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Ketegangan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah di mana tingkat ketegangan banyak terjadi antara tuan tanah dan para buruh tani.
Pasca Gerakan 30 September, terjadi pengambinghitaman kepada orang-orang komunis oleh pemerintah Orde Baru. Terjadi "pembersihan" besar-besaran atas warga dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara limaratus ribu sampai duajuta jiwa meninggal di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September, para "tertuduh komunis" ini yang ditangkap kebanyakan dieksekusi tanpa proses pengadilan. Sementara bagi "para tertuduh komunis" yang tetap hidup, setelah selesai masa hukuman, baik di Pulau Buru atau di penjara, tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.

4. Anti komunisme
Anti-komunisme adalah posisi menentang komunisme. Anti-komunisme terorganisir yang dikembangkan sebagai reaksi terhadap munculnya komunisme, terutama setelah Revolusi Oktober 1917 di Rusia dan mencapai dimensi global selama Perang Dingin. Dalam pengertian ini anti-komunisme tidak selalu menunjukkan keengganan untuk ideologi komunisme, melainkan menentang Marxisme-Leninisme dengan konsep negara satu partai, seperti bekas Uni Soviet dan sekutunya.
Sedangkan anti komunisme di indonesia dimulai setelah terjadinya pelanggaran HAM super berat dan pembantaian manusia secara sia-sia oleh tentara dan kelompok-kelompok agama terhadap orang-orang yang dicurigai dan dituduh mempunyai hubungan dengan PKI pada pertengahan tahun 1960-an. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibantai di Jawa dan Bali setelah peristiwaGerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia.



B. Gerakan anti komunisme
Secara garis besar gerakan anti komunisme akan saya bagi menjadi dua, yaitu gerakan anti komunisme secara internasional dan gerakan anti komunisme di Indonesia.
           

1.  Gerakan anti komunisme secara  internasional

     Gerakan anti komunisme secara internasional dibagi dalam beberapa golongan, setiap golongan memiliki latar belakang serta pandangan tersendiri dalam menentang komunisme, beberapa golongan menentang komunisme secara keseluruhan, dan yang lain menentang beberapa aspek saja yang terkandung dalam ideologi tersebut. Berikut ini beberapa golongan yang secara singkat saya rangkum dari beberapa sumber :

a.  Anti-komunisme sayap kiri

Karena perpecahan Partai Komunis dari sosialis Internasional Kedua untuk membentuk Komunis Internasional Ketiga, sosialis demokratis dan sosial demokrat telah bertentangan dengan komunisme, mengkritik untuk sifat anti-demokratis. Contoh kritikus sayap kiri negara komunis dan pihak George Orwell, Boris Souveraine, Bayard Rustin, Irving Howe dan Max Shachtman.

o   Anarkis

 Anarkis menggambarkan diri mereka sebagai komunis, semua anarkis mengkritik partai-partai Komunis yang otoriter dan termasuk negara. Mereka berpendapat bahwa konsep-konsep Marxis seperti kediktatoran proletariat dan kepemilikan negara atas alat-alat produksi adalah diharamkan untuk anarkisme. Beberapa anarkis mengkritik komunisme dari sudut pandang individualis.
Tokoh anarkis:
·         Mikhail Bakunin
·         Emma Goldman
·         Peter Kropotkin

b. Kapitalis

Prinsip komunis adalah redistribusi kekayaan yang diperoleh dalam akumulasi kapitalis dipegang oleh anti-komunis yang akan bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas sukarela. Selain itu banyak teori kapitalis percaya bahwa komunisme mengganggu mekanisme harga yang hanya dioptimalkan secara persaingan pribadi.
Banyak kritikus kapitalis Melihat kesalahan kunci dalam teori ekonomi komunis, yang memprediksi bahwa dalam masyarakat kapitalis, kaum borjuis akan menumpuk terus peningkatan modal dan kekayaan, sedangkan kelas bawah menjadi lebih tergantung pada kelas penguasa untuk bertahan hidup, menjual tenaga kerja mereka untuk gaji yang paling minimal, menyalahkan efek pada kapitalisme. Anti-komunis menunjuk kepada kenaikan secara keseluruhan dalam standar rata-rata hidup di negara barat non-komunis dan mengklaim bahwa baik kaya dan miskin telah terus menjadi lebih kaya. Anti-komunis berpendapat bahwa mantan negara Dunia Ketiga yang berhasil keluar dari kemiskinan dalam beberapa dekade terakhir telah melakukannya dengan menggunakan kapitalisme, terutama India dan China. Anti-komunis mengutip rezim Mengistu di Ethiopia sebagai contoh bagaimana rezim Komunis di Dunia Ketiga gagal untuk mencapai pembangunan atau pertumbuhan ekonomi.

o   Objektivisme

Obyektif berpendapat bahwa kekayaan (atau nilai manusia lainnya) adalah penciptaan pikiran individu, bahwa sifat manusia membutuhkan motivasi dengan insentif pribadi, dan karena itu, bahwa hanya kebebasan politik dan ekonomi yang konsisten dengan kesejahteraan manusia. Hal ini ditunjukkan dan mereka percaya dengan kemakmuran komparatif pasar bebas dan ekonomi sosialis. Objektivis Ayn Rand menulis bahwa para pemimpin komunis biasanya mengaku bekerja untuk kebaikan bersama, tetapi banyak atau semua dari mereka telah juga korup dan totaliter.

c. Eks-komunis

Banyak mantan komunis telah berubah menjadi anti-komunis. Mikhail Gorbachev berpaling dari Komunis menjadi demokrat sosial. Milovan Djilas, adalah mantan pejabat komunis Yugoslavia, yang menjadi pembangkang terkemuka dan kritikus komunisme. Anti-komunis lainnya yang dulunya Marxis termasuk penulis Max Eastman, John Dos Passos, James Burnham, Morrie Ryskind, Frank Meyer, Will Herberg, Sidney Hook,[11] Louis Fischer, André Gide, Arthur Koestler, Ignazio Silone, Stephen Spender , Peter Hitchens, Zita Seabra dan Richard Wright. Anti-komunis yang sosialis sekali, liberal modern atau sosial demokrat meliputi: John Chamberlain, Friedrich Hayek,Raymond Moley, Norman Podhoretz dan Irving. Kristol.

d. Fasisme dan politik sayap kanan

Fasisme sering dianggap sebagai reaksi terhadap pemberontakan komunis dan sosialis di Eropa. Fasisme Italia, yang didirikan dan dipimpin oleh Benito Mussolini, mengambil alih kekuasaan dengan restu raja Italia setelah bertahun-tahun kerusuhan kiri menyebabkan banyak konservatif takut bahwa revolusi komunis tak terelakkan. Sejarawan Ian Kershaw dan Joachim Fest menyatakan bahwa pasca-Perang Dunia I Jerman, Nazi adalah salah satu dari banyak parpol nasionalis fasis dan bersaing untuk pimpinan gerakan anti-komunis Jerman, dan dari negara Jerman. Di Eropa, banyak bangsawan, intelektual konservatif, kapitalis dan industrialis memberikan dukungan mereka terhadap gerakan fasis. Selama akhir 1930-an dan 1940-an, beberapa rezim anti-komunis dan kelompok yang didukung Nazisme: Falange di Spanyol; rezim Vichy dan Legiun Relawan Perancis melawan Bolshevisme (Wehrmacht Resimen Infanteri 638) di Perancis; set Cliveden, Lord Halifax, dan rekan Neville Chamberlain di Inggris. dan, di Amerika Selatan, gerakan seperti Brasil integralisme.
Anti-komunisme tetap menjadi tema dalam politik paling kanan setelah perang. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, Frank L. Britton, editor The American Nasionalis menerbitkan sebuah buku, Dibalik Komunisme, pada tahun 1952 yang menyebarluaskan mitos bahwa komunisme adalah konspirasi Yahudi yang berasal di Palestina.

e. Agama

o   Buddha

Thích Huyền Quang adalah biksu terkemuka Vietnam dan pembangkang anti-komunis. Pada tahun 1977, Huyền Quang menulis surat kepada Perdana Menteri Pham Van Đồng yang merinci jumlah penindasan oleh rezim komunis. Terkait ini, ia dan lima biksu senior lainnya ditangkap dan ditahan. Pada tahun 1982, Huyền Quang ditangkap dan kemudian dimasukkan ke dalam tahanan rumah permanen untuk menentang kebijakan pemerintah setelah secara terbuka mencela pembentukan Kuil Budha Vietnam yang dikendalikan negara. Thích Quảng DJO adalah seorang biarawan Buddha Vietnam dan pembangkang anti-komunis. Pada bulan Januari 2008, majalah berbasis di Eropa A Different View memilih Ven. Thích Quảng DJO sebagai salah satu dari 15 Juara Demokrasi Dunia.




2. Gerakan anti komunisme di indonesia

Gerakan anti komunisme di indonesia dimulai ketika pki runtuh dalam gerakan 30spki, semenjak itu pemerintahan orde lama menggencarkan  gerakan besar-besaran anti komunisme dan komunis di indonesia. Bahkan  hingga saat ini berbagai gerakan anti komunisme terus berkibar, antara lain:

a. Perburuan anggota partai komunis Indonesia pasca gerakan 30 september S PKI 1965
Gerakan ini dilaksanakan oleh pemerintahan orde baru, merujuk pada supersemar, bertujuan untuk menangkap dan mengadili anggota-anggota pki yang bersalah. Dalam prakteknya, pemerintah memburu bukan hanya anggota partai komunis namun  juga para afiliasi serta orang-orang yang dianggap komunis tanpa peradilan, kemudian mengeksekusi mati, mengasingkan, atau memenjarakan mereka seumur hidup. 

b. Penetapan tapol atau tahanan politik
Juga dicanangkan selama pemerintahan orde baru, tapol atau tahan politik adalah penetapan status warga negara berdasarkan catatan keterlibatan mereka dalam komunisme, jika seseorang terbukti terlibat maka mereka akan ditandai sebagai tahanan politik. Seorang tapol akan dikenai raport merah tak terlihat dalam  identitas mereka, sehingga akan sulit menemukan pekerjaan ataupun melakukan beberapa aktifitas yang mengharuskan seseorang bersih dari catatan komunisme. Hal ini, sering dianggap melanggar hak asasi manusia, karena status tapol tidak berhenti hanya sampai sang pemilik meninggal, namun keturunan serta keluarganya akan mendapat cap sebagai turunan tapol dan mengalami konsekuensi kesulitan yang sama dengan para tahanan politik, meskipun mereka tidak pernah terlibat dalam urusan komunisme sama sekali. Diskriminasi tapol akhirnya dihapuskan di zaman pemerintahan Gus Dur melalui ketetapan MPRS. 

c. Penyebaran isu-isu anti komunis melalui produk-produk kebudayaan
Salah satu cara efektif dalam gerakan anti komunisme adalah penyebaran produk budaya, sejak zaman orde baru hingga sekarang, gerakan ini masih terus berjalan. Pada zaman orde baru bahkan dibuat deklarasi manikebu atau manifesto kebudayaan, yang ditandatangani seniman serta sastrawan . Tokoh yang berperan dalam gerakan ini antara lain :
·         Nugroho notosusanto, sejarawan yang membuat narasi sejarah orde baru tentang tragedi 1965, narasi berjudul 40 hari kegagalan G30S tersebut berisi tentang keburukan komunisme. Selain itu, nugroho juga menulis naskah film berdasarkan narasi tersebut, film yang diberi judul penghianatan G30SPKI itupun secara rutin diputar di televisi setiap tanggal 30 september hingga tahun 1997*
·         Arswendo atmowiloto, penulis novel penghianatan G30SPKI*
·         Taufik ismail, penulis cerpen peristiwa 65*
*(Penulis @ffildzahizz)

d. Pembentukan kelompok-kelompok anti komunisme di masa modern
     Di masa modern ini, saat kebebasan berpendapat menjadi hal mutlak, rasanya komunisme tidak mungkin berani menampakkan batang hidungnya lagi di Indonesia, namun beberapa orang percaya bahwa gerakan komunisme dan ideologinya menyusup ke sendi kemasyarakatan secara perlahan, hingga terbentuklah beberapa kelompok anti komunis di era ini. Seperti contohnya:
·         Komunitas sosial media ‘front anti komunis Indonesia’
Komunitas tersebut merupakan grup non profit di salah satu jejaring sosial, facebook, yang memiliki pengikut atau likers cukup besar, 13.571 orang, berisi wejangan maupun pengingat untuk tidak terbawa arus komunisme. Dalam laman tersebut juga sering terposting aksi-aksi anti komunisme semacam unjuk rasa, penangkapan terduga oknum komunis, dsb.
·         Aliansi ormas-LSM anti komunisme di berbagai daerah di Indonesia
Banyak ormas maupun organisasi kemahasisaan yang terbentuk untuk menyuarakan bahaya laten komunisme di seluruh Indonesia, sedara berkala melakukan bermacam penyuluhan maupun aksi, terutama ketika peringatan hari G30SPKI.


Daftar pustaka
V.I, Lenin.1920.Komunisme ”sayap kiri” di Inggeris.
9-28-2015 6.27 : http://kbbi.web.id/komunis