|
gerakan
anti komunisme
|
Abstract
Makalah ini
disusun dalam rangka memenuhi tugas makul pendidikan kewargaanegaraan rombel
13 Universitas Negeri Semarang dosen pengampu Giri Harto Wiratomo. Dan juga
dalam rangka memeringati tragedi G30SPKI
user
Hera
mardianti
|
A. Apa itu komunisme?
Gerakan
anti komunisme adalah pengaplikasian atau kerja nyata penolakan terhadap
komunisme, namun sebelum membahas lebih lanjut tentang gerakan anti komunisme,
alangkah lebih baik kita mencoba mencari tau apa itu komunis, komunisme, serta anti-komunisme.
1.
Komunisme dan komunis
Menurut
kamus besar bahasa indonesia, komunisme adalah paham atau
ideologi (di bidang politik) yang menganut ajaran Karl marx dan Fredrich angel,
yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak
milik yang dikontrol negara. Sedangkan komunis adalah penganut
paham komunisme (orang-orang yang
menganut komunisme)
Seperti yang
disebutkan diatas, paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen
yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan
kelas (sejarah dan
masa kini) dan
ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan
yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah
sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dan
komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan
yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis
untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
2.
Komunisme dan komunis internasional
Istilah
komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. Sedangkan komunis internasional
merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem
partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan
sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya
semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu,
seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat
secara merata, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi
keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu
sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam
paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
Komunis internasional sebagai
teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan
disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos. Komunis internasional adalah teori yang
disebutkan oleh Karl Marx.
3.
Indonesia dan komunisme
Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme
dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi
komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia
menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai
negara seperti di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. Di
Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan
dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak
menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut
komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan Orde
Baru dan mendapatkan
pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka.
Sejarah Komunisme Di Indonesia
Kelahiran Komunisme di Indonesia tak bisa dilepaskan dari hadirnya orang-orang buangan politik dari Belanda dan mahasiswa-mahasiswa lulusannya yang berpandangan kiri. Beberapa di antaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka yang masuk setelah Sarekat Islam (SI) Semarang sudah terbentuk.Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumi juga banyak yang bergabung. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang.
Komunisme kemudian juga aktif di Semarang, atau sering disebut dengan "Kota Merah" setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhaluan kiri ke dalam Sarekat Islam menjadikan komunis sebagai bagian cabangnya, yang nantinya disebut sebagai "SI Merah". ISDV sendiri sering menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa.
Konflik antara SI Semarang (SI Merah) dengan SI pusat di Yogyakarta (SI Putih) mendorong diselenggarakannya kongres. Atas usulan Haji Agus Salim, yang disahkan oleh pusat SI, baik SI Merah maupun SI Putih menyepakati bahwa personel SI Merah keluar dari SI. Mantan personel SI Merah kemudian bersama ISDV berganti nama menjadi PKI.
Kehancuran PKI fase awal bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia-Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena Komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikan, namun para tokoh PKI lainnya tidak menggubris usulan tersebut, kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kekalahan PKI. Para tokoh PKI menyalahkan Tan Malaka atas kegagalan tersebut, karena telah mencoba menghentikan pemberontakan dan memengaruhi cabang-cabang PKI.
Gerakan PKI bangkit kembali pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia, diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Soviet ke Negara Republik (Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta) hingga pasca Perang Kemerdekaan Indonesia PKI menyusun kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, di mana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Ketegangan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah di mana tingkat ketegangan banyak terjadi antara tuan tanah dan para buruh tani.
Pasca Gerakan 30 September, terjadi pengambinghitaman kepada orang-orang komunis oleh pemerintah Orde Baru. Terjadi "pembersihan" besar-besaran atas warga dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara limaratus ribu sampai duajuta jiwa meninggal di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September, para "tertuduh komunis" ini yang ditangkap kebanyakan dieksekusi tanpa proses pengadilan. Sementara bagi "para tertuduh komunis" yang tetap hidup, setelah selesai masa hukuman, baik di Pulau Buru atau di penjara, tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.
4. Anti komunisme
Anti-komunisme
adalah posisi menentang komunisme. Anti-komunisme terorganisir yang
dikembangkan sebagai reaksi terhadap munculnya komunisme, terutama setelah Revolusi Oktober 1917 di Rusia dan mencapai dimensi global selama Perang Dingin. Dalam pengertian ini anti-komunisme tidak selalu
menunjukkan keengganan untuk ideologi komunisme, melainkan menentang Marxisme-Leninisme
dengan konsep negara satu partai, seperti bekas Uni Soviet dan sekutunya.
Sedangkan anti komunisme di indonesia dimulai setelah
terjadinya pelanggaran HAM super berat dan
pembantaian manusia secara sia-sia oleh tentara dan kelompok-kelompok agama terhadap
orang-orang yang dicurigai dan dituduh mempunyai hubungan dengan PKI pada pertengahan
tahun 1960-an. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia
dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya.
Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibantai di Jawa dan Bali setelah
peristiwaGerakan 30
September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara
Indonesia.
B.
Gerakan anti komunisme
Secara garis besar
gerakan anti komunisme akan saya bagi menjadi dua, yaitu gerakan anti komunisme
secara internasional dan gerakan anti komunisme di Indonesia.
1. Gerakan anti komunisme secara internasional
Gerakan anti komunisme secara internasional
dibagi dalam beberapa golongan, setiap golongan memiliki latar belakang serta
pandangan tersendiri dalam menentang komunisme, beberapa golongan menentang
komunisme secara keseluruhan, dan yang lain menentang beberapa aspek saja yang
terkandung dalam ideologi tersebut. Berikut ini beberapa golongan yang secara
singkat saya rangkum dari beberapa sumber :
a. Anti-komunisme sayap kiri
Karena
perpecahan Partai Komunis dari sosialis Internasional Kedua untuk membentuk
Komunis Internasional Ketiga, sosialis demokratis dan sosial demokrat telah
bertentangan dengan komunisme, mengkritik untuk sifat anti-demokratis. Contoh
kritikus sayap kiri negara komunis dan pihak George Orwell, Boris Souveraine, Bayard Rustin, Irving Howe dan Max Shachtman.
o Anarkis
Anarkis menggambarkan diri mereka sebagai
komunis, semua anarkis mengkritik partai-partai Komunis yang otoriter dan
termasuk negara. Mereka berpendapat bahwa konsep-konsep Marxis seperti
kediktatoran proletariat dan kepemilikan negara atas alat-alat produksi adalah
diharamkan untuk anarkisme. Beberapa anarkis mengkritik komunisme dari sudut
pandang individualis.
Tokoh anarkis:
b. Kapitalis
Prinsip
komunis adalah redistribusi kekayaan yang diperoleh dalam akumulasi kapitalis dipegang oleh anti-komunis yang
akan bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas sukarela. Selain itu banyak teori kapitalis
percaya bahwa komunisme mengganggu mekanisme harga yang hanya dioptimalkan
secara persaingan pribadi.
Banyak
kritikus kapitalis Melihat kesalahan kunci dalam teori ekonomi
komunis, yang memprediksi bahwa dalam masyarakat kapitalis, kaum borjuis akan
menumpuk terus peningkatan modal dan kekayaan, sedangkan kelas bawah menjadi
lebih tergantung pada kelas penguasa untuk bertahan hidup, menjual tenaga kerja
mereka untuk gaji yang paling minimal, menyalahkan efek pada kapitalisme.
Anti-komunis menunjuk kepada kenaikan secara keseluruhan dalam
standar rata-rata hidup di negara barat non-komunis dan mengklaim bahwa baik
kaya dan miskin telah terus menjadi lebih kaya. Anti-komunis berpendapat bahwa
mantan negara Dunia Ketiga yang berhasil keluar dari kemiskinan dalam beberapa
dekade terakhir telah melakukannya dengan menggunakan kapitalisme, terutama India dan China. Anti-komunis mengutip rezim Mengistu
di Ethiopia sebagai contoh bagaimana rezim Komunis di Dunia Ketiga gagal untuk
mencapai pembangunan atau pertumbuhan ekonomi.
o Objektivisme
Obyektif
berpendapat bahwa kekayaan (atau nilai manusia lainnya) adalah penciptaan
pikiran individu, bahwa sifat manusia membutuhkan motivasi dengan insentif
pribadi, dan karena itu, bahwa hanya kebebasan politik dan ekonomi yang
konsisten dengan kesejahteraan manusia. Hal ini ditunjukkan dan mereka percaya
dengan kemakmuran komparatif pasar bebas dan ekonomi sosialis. Objektivis Ayn
Rand menulis bahwa para pemimpin komunis biasanya mengaku bekerja untuk
kebaikan bersama, tetapi banyak atau semua dari mereka telah juga korup dan
totaliter.
c. Eks-komunis
Banyak mantan
komunis telah berubah menjadi anti-komunis. Mikhail Gorbachev berpaling dari Komunis menjadi demokrat sosial. Milovan
Djilas, adalah mantan
pejabat komunis Yugoslavia, yang menjadi pembangkang terkemuka dan kritikus
komunisme. Anti-komunis lainnya yang dulunya Marxis termasuk penulis Max
Eastman, John Dos Passos, James Burnham, Morrie Ryskind, Frank Meyer, Will
Herberg, Sidney Hook,[11] Louis Fischer, André Gide, Arthur Koestler,
Ignazio Silone, Stephen Spender , Peter Hitchens, Zita Seabra dan Richard
Wright. Anti-komunis yang sosialis sekali, liberal modern atau sosial demokrat
meliputi: John Chamberlain, Friedrich Hayek,Raymond Moley, Norman Podhoretz dan
Irving. Kristol.
d. Fasisme dan politik sayap kanan
Fasisme sering
dianggap sebagai reaksi terhadap pemberontakan komunis dan sosialis di Eropa.
Fasisme Italia, yang didirikan dan dipimpin oleh Benito Mussolini, mengambil alih kekuasaan dengan restu raja
Italia setelah bertahun-tahun kerusuhan kiri menyebabkan banyak konservatif
takut bahwa revolusi komunis tak terelakkan. Sejarawan Ian Kershaw dan Joachim
Fest menyatakan bahwa pasca-Perang Dunia I Jerman, Nazi adalah salah satu dari
banyak parpol nasionalis fasis dan bersaing untuk pimpinan gerakan anti-komunis
Jerman, dan dari negara Jerman. Di Eropa, banyak bangsawan, intelektual
konservatif, kapitalis dan industrialis memberikan dukungan mereka terhadap
gerakan fasis. Selama akhir 1930-an dan 1940-an, beberapa rezim anti-komunis
dan kelompok yang didukung Nazisme: Falange di Spanyol; rezim Vichy dan Legiun
Relawan Perancis melawan Bolshevisme (Wehrmacht Resimen Infanteri 638) di
Perancis; set Cliveden, Lord Halifax, dan rekan Neville Chamberlain di Inggris.
dan, di Amerika Selatan, gerakan seperti Brasil integralisme.
Anti-komunisme
tetap menjadi tema dalam politik paling kanan setelah perang. Sebagai contoh,
di Amerika Serikat, Frank L. Britton, editor The American Nasionalis
menerbitkan sebuah buku, Dibalik Komunisme, pada tahun 1952 yang
menyebarluaskan mitos bahwa komunisme adalah konspirasi Yahudi yang berasal di Palestina.
e. Agama
o Buddha
Thích Huyền
Quang adalah biksu terkemuka Vietnam dan pembangkang anti-komunis. Pada tahun
1977, Huyền Quang menulis surat kepada Perdana Menteri Pham Van Đồng yang
merinci jumlah penindasan oleh rezim komunis. Terkait ini, ia dan lima biksu
senior lainnya ditangkap dan ditahan. Pada tahun 1982, Huyền Quang ditangkap
dan kemudian dimasukkan ke dalam tahanan rumah permanen untuk menentang
kebijakan pemerintah setelah secara terbuka mencela pembentukan Kuil Budha
Vietnam yang dikendalikan negara. Thích Quảng DJO adalah seorang biarawan
Buddha Vietnam dan pembangkang anti-komunis. Pada bulan Januari 2008, majalah
berbasis di Eropa A Different View memilih Ven. Thích Quảng DJO sebagai
salah satu dari 15 Juara Demokrasi Dunia.
2. Gerakan anti komunisme di indonesia
Gerakan
anti komunisme di indonesia dimulai ketika pki runtuh dalam gerakan 30spki,
semenjak itu pemerintahan orde lama menggencarkan gerakan besar-besaran anti komunisme dan
komunis di indonesia. Bahkan hingga saat
ini berbagai gerakan anti komunisme terus berkibar, antara lain:
a.
Perburuan anggota partai komunis Indonesia pasca gerakan 30 september S PKI
1965
Gerakan
ini dilaksanakan oleh pemerintahan orde baru, merujuk pada supersemar,
bertujuan untuk menangkap dan mengadili anggota-anggota pki yang bersalah. Dalam
prakteknya, pemerintah memburu bukan hanya anggota partai komunis namun juga para afiliasi serta orang-orang yang
dianggap komunis tanpa peradilan, kemudian mengeksekusi mati, mengasingkan,
atau memenjarakan mereka seumur hidup.
b.
Penetapan tapol atau tahanan politik
Juga
dicanangkan selama pemerintahan orde baru, tapol atau tahan politik adalah penetapan
status warga negara berdasarkan catatan keterlibatan mereka dalam komunisme,
jika seseorang terbukti terlibat maka mereka akan ditandai sebagai tahanan
politik. Seorang tapol akan dikenai raport merah tak terlihat dalam identitas mereka, sehingga akan sulit
menemukan pekerjaan ataupun melakukan beberapa aktifitas yang mengharuskan
seseorang bersih dari catatan komunisme. Hal ini, sering dianggap melanggar hak
asasi manusia, karena status tapol tidak berhenti hanya sampai sang pemilik
meninggal, namun keturunan serta keluarganya akan mendapat cap sebagai turunan
tapol dan mengalami konsekuensi kesulitan yang sama dengan para tahanan
politik, meskipun mereka tidak pernah terlibat dalam urusan komunisme sama
sekali. Diskriminasi tapol akhirnya dihapuskan di zaman pemerintahan Gus Dur
melalui ketetapan MPRS.
c.
Penyebaran isu-isu anti komunis melalui produk-produk kebudayaan
Salah
satu cara efektif dalam gerakan anti komunisme adalah penyebaran produk budaya,
sejak zaman orde baru hingga sekarang, gerakan ini masih terus berjalan. Pada
zaman orde baru bahkan dibuat deklarasi manikebu atau manifesto kebudayaan,
yang ditandatangani seniman serta sastrawan . Tokoh yang berperan dalam gerakan
ini antara lain :
·
Nugroho notosusanto, sejarawan yang
membuat narasi sejarah orde baru tentang tragedi 1965, narasi berjudul 40 hari kegagalan G30S tersebut berisi
tentang keburukan komunisme. Selain itu, nugroho juga menulis naskah film
berdasarkan narasi tersebut, film yang diberi judul penghianatan G30SPKI itupun secara rutin diputar di televisi setiap
tanggal 30 september hingga tahun 1997*
·
Arswendo atmowiloto, penulis novel penghianatan G30SPKI*
·
Taufik ismail, penulis cerpen peristiwa 65*
*(Penulis
@ffildzahizz)
d.
Pembentukan kelompok-kelompok anti komunisme di masa modern
Di masa modern ini, saat kebebasan
berpendapat menjadi hal mutlak, rasanya komunisme tidak mungkin berani menampakkan
batang hidungnya lagi di Indonesia, namun beberapa orang percaya bahwa gerakan
komunisme dan ideologinya menyusup ke sendi kemasyarakatan secara perlahan,
hingga terbentuklah beberapa kelompok anti komunis di era ini. Seperti contohnya:
·
Komunitas sosial media ‘front anti komunis
Indonesia’
Komunitas
tersebut merupakan grup non profit di salah satu jejaring sosial, facebook,
yang memiliki pengikut atau likers cukup besar, 13.571 orang, berisi wejangan
maupun pengingat untuk tidak terbawa arus komunisme. Dalam laman tersebut juga
sering terposting aksi-aksi anti komunisme semacam unjuk rasa, penangkapan terduga
oknum komunis, dsb.
·
Aliansi ormas-LSM anti komunisme di
berbagai daerah di Indonesia
Banyak
ormas maupun organisasi kemahasisaan yang terbentuk untuk menyuarakan bahaya
laten komunisme di seluruh Indonesia, sedara berkala melakukan bermacam
penyuluhan maupun aksi, terutama ketika peringatan hari G30SPKI.
Daftar pustaka
V.I,
Lenin.1920.Komunisme ”sayap kiri” di Inggeris.
8-28-2015 1:25 : https://id.wikipedia.org/wiki/Anti-komunisme
8-28-2015 1:27 : https://id.wikipedia.org/wiki/komunisme
8-28-2015 1:28 : https://sakauhendro.wordpress.com/komunisme/perkembangan-komunisme
9-28-2015 6.16 : http://kbbi.web.id/komunisme
9-28-2015 6.27 : http://kbbi.web.id/komunis
